Surat Dari Calon Isteri



Salam.Ketika sedang menulusuri medan maya, saya menemui sebuah surat yang dicoretkan oleh seorang sahabat yang saya kira memberi input pada sidang pembaca sekalian.Moga surat ini memberi ingatan kepada bakal suami sekalian.Hayatilah...


Surat Calon Isteri


Untukmu Bakal 'Imam'ku yang tiada siapa mengenali termasuklah diri ini, dirimu masih rahsia penciptamu..rahsia yang telah ditentukan untukku, yang perlu kusingkap dengan segunung taubat dan sepenuh sungguhan sujudku, cuma jambatan istikharah jua yang bisa merangkai rahasiaku ini....


Ketahuilah wahai mujahidku, Ketahui namamu tidak menjadi idamanku, apalagi untuk menatap wajahmu, Menggeletar diri ini apabila terfikirkan azab Allah, justru diri ini amat bersyukur karena masih tidak ditakdirkan sebarang pertemuan antara kita, ku bimbang andai terjadi pertemuan itu sebelum lafaz akad darimu, sungguh kita menempuh siksaan Allah. Ya Tuhan Kau lindungi kami...


Biar bertahun lama, yang ku tunggu bukan dirimu tetapi yang ku tunggu adalah lafaz akad yang akan membimbing diri ini ke Jannah Allah. Apalah artinya perasaan kasih yang bersemi untukmu suamiku andai maharnya bukan kemampuanmu untuk mendidikku menjadi mujahidah yang mencintai DIA lebih dari segala...


Tiada yang lebih bahagia suamiku, melainkan didikanmu yang akan membuat diri ini mencintai perjuangan menegakkan Deen ini, berikan ku sepenuh kekuatanmu dalam mendidik iman ku agar syahid ku damba, berikanku segala kasihmu jua agar sujudku kan tegar padaNya dalam memohon dikurniakan pada kita mujahid-mujahid yang akan menyambung perjuangan abah mereka.


Berikanku sepenuhnya sebagian hati yang kau sediakan untuk diriku, agar sebagian hati mu itu akan menjadi inspirasi padaku untuk menghantar satu per satu mujahid kita ke medan jihad. Mungkin kau heran suamiku, mengapa diri ini hanya maukan sebahagian hatimu dan bukan sepenuhnya. Suamiku, hatimu itu milik Rabbul jalil, dan ku mohon sebahagian itu sebagai semangatku wahai suamiku. Dari awal lagi sudah kudidik hati ini, bahwa dirimu, suamiku, bukan milikku dan juga mujahid-mujahidku itu bukan milikku... kalian milik Allah, dan diriku hanya medan yang diciptakanNya untuk menyambung generasi jihad dari rahim ini.


Wahai suamiku, seadanya diri ini sekarang, hanyalah dalam mujahadah mentarbiyyah jiwa agar diriku bisa menjadi sayapmu mengenggam syahid. Tersangatlah bimbang diri ini andai ku gagal mendidik hati, karna yang kuimpi seorang pejuang untuk menyambung jihad yang terbentang dengan melahirkan para mujahid...


Wahai suamiku, walau dimana jua dirimu dan siapa jua dirimu yang pasti bersama kita mendidik hati mencintai SYAHID demi redhaNya, sebagai hamba yang menikmati kurniaan yang tidak terkira dari Rafi'ul A'la, bersamalah kita bersyukur, bersyukur dengan mencintai DIA lebih dari segala isi dunia dan dunia ini...kerna hilang arti pada sebuah kehidupan andai cinta dari Allah tidak kita balas, andai cinta sementara bisa melukakan hati sepatutnya hati-hati kita robek sudah karna gagal membalas segunung cinta dari DIA Maha Esa...


Semoga semuanya terjawab dalam sujud yang kita labuhkan demi redhaNya... biarlah seribu malam berlalu tapi pastikan ianya berlalu dengan alunan sendu dalam sujud kita diatas lembaran tahajjud...



Source: http://amalypoetry.blogspot.com/

p/s:kepada penulis: izin sekali lagi ana ubah sedikit untuk kesesuaian pembacaan.Moga Allah merahmati mu.

Share on Google Plus

About Zul k

Menulis adalah satu hobi. Permulaan untuk mengasah bakat agar memberi manafaat bagi yang memerlukan. Jangan segan untuk berkongsi. Semoga setiap perkongsian ini memberi manafaat untuk anda.

PERHATIAN

Coretan Blog merupakan luahan hati penulis.Bait katanya diharap tidak mencabuli kebebasan beraksi di dunia maya dan mengasari mana-mana identiti individu.

Sebarang artikel yang diambil dari blog ini adalah sangat digalakkan dan TIDAK boleh digunakan untuk mengaut keuntungan sendiri.
Sila letakkan link blog ini untuk artikel yang dipetik

Ada cadangan atau pertanyaan? Hubungi saya:

Nama

E-mel *

Mesej *